5 Partisipasi Spesialis Emergensi di Rangkaian Perhelatan MotoGP Mandalika

  • Home
  • 5 Partisipasi Spesialis Emergensi di Rangkaian Perhelatan MotoGP Mandalika
5 Partisipasi Spesialis Emergensi di Rangkaian Perhelatan MotoGP Mandalika

Keberhasilan rangkaian perhelatan balap motor dunia di Pertamina Mandalika International Street Circuit, tentunya membutuhkan dukungan dari banyak pihak, salah satunya dukungan dari petugas kesehatan. Dokter spesialis emergensi yang ambil bagian sebagai tim medis dalam event akbar tersebut ikut berpartisipasi jauh sebelum event MotoGP digelar. Berikut 5 partisipasi spesialis emergensi di rangkaian perhelatan MotoGP

Narasumber Workshop Penanganan Kegawardaruratan Medik Tenaga Kesehatan Event Superbike Mandalika 2021

Kementerian  Kesehatan mengajak dokter spesialis emergensi untuk menjadi narasumber workshop penanganan kegawardaruratan medik tenaga kesehatan event superbike mandalika 2021. Tujuan workshop ini untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di bidang pelayanan gawat darurat.

Tenaga kesehatan yang mengikuti workshop ini nantinya akan diterjunkan di semua rangkaian agenda balap di Pertamina International Street Circuit. Mulai dari Asian Talent Cup 12-14 November 2021, WSBK 19-21 November 2021, hingga perhelatan MotoGP 18-20 Maret 2022. Workshop yang diselenggarakan di Hotel Same Mataram, Nusa Tenggara Barat ini berlangsung pada 26-29 Oktober 2021 dan diikuti oleh 100 orang tenaga kesehatan.

Memperoleh Pelatihan dari Panitia MGPA

Selain menjadi narasumber workshop penanganan kegawardaruratan medik, di waktu yang berlainan dokter spesialis emergensi juga mendapat pelatihan dari panitia MGPA pada 19-23 Oktober 2021. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melalui Federation International Motocyclisme (FIM) menggelar pelatihan untuk petugas medis yang akan bertugas di rangkaian agenda MotoGP Mandalika Street Circuit.

Pelatihan meliputi materi dan simulasi bagaimana melakukan pertolongan pertama ketika pembalap mengalami kecelakaan. Simulasi ini dilakukan di dalam dan di luar lapangan. Petugas kesehatan yang telah mengikuti pelatihan ini nantinya akan mendapat sertifikasi dari IMI sebagai federasi nasional yang membawahi olahraga motorsport di Indonesia dan juga sertifikasi dari FIM sebagai federasi internasional yang menaungi balap motor dunia. 

Menjadi Tenaga Kesehatan di Asia Talent Cup dan World Superbike

Di ajang Asia Talent Cup dan World Superbike (WSBK), penanganan kesehatan terbagi di tiga ring di lokasi Pertamina Mandalika International Street Circuit. Ring 1 berada di dalam sirkuit, meliputi medical center, 13 ground post, 8 ambulance andvance, dan 2 unit helikopter untuk evakuasi medis dari MGPA dan Basarnas. Ring 2 berada di area penonton, meliputi tenda medis sebanyak 7 unit, 2 mini clinic, 1 tenda isolasi, 1 ambulance advance, dan 5 ambulance transporter. Sedangkan ring 3 berada di sekitar area sirkuit Mandalika yang melibatkan beberapa stakeholder yaitu, Pertamina Call Center (PCC) yang berlokasi di RSUD provinsi NTB, dan Public Safety Center (PSC) seluruh pulau Lombok. 

Posisi spesialis emergensi dalam pelayanan gadar di event ini berada di intervention vehicle, safety car, mini clinic, ambulance advance, ambulance transporter, medical center, tim helicopter, dan ground post.

Tenaga Kesehatan di Event Pramusim MotoGP

Sebelum 24 pembalap dunia dari 12 tim MotoGP menjajal Sirkuit Mandalika pada event pramusim 10-12 Februari 2022. Dokter spesialis emergensi beserta tim kesehatan yang ikut berpartisipasi dalam ajang ini harus mengikuti pelatihan selama tiga hari.

Pentingnya pelatihan sebelum event ini ialah pada tes pramusim, para pembalap akan diberi kesempatan untuk menguji kendaraan masing-masing di lintasan yang akan digunakan pada ajang MotoGP. Pelatihan bagi tenaga kesehatan ini meliputi penjelasan aturan-aturan di race sport, menghafal tikungan yang ada di track, simulasi pertolongan terhadap rider dan insersi kepos masing-masing di sirkuit.

Tenaga Kesehatan di Event MotoGP

Gelaran MotoGP Mandalika, dokter spesialis emergensi ditempatkan di ambulans, safety car, medical center, dan di helicopter.  Seluruh tenaga kesehatan dalam tim medis dipimpin oleh seorang Chief Medical Officer (CMO).

Bila terjadi kecelakaan tenaga kesehatan akan melapor dan meminta saran kepada CMO yang berada di race control. Penanganan pertama di trek dilakukan oleh tim yang tersebar dalam 23 ground post, 10 ambulans, dan 2 safety car.

 Sedangkan hari keempat ialah me-review kembali  semua materi yang sudah dijelaskan di hari sebelumnya. Dilanjutkan dengan pembagian alat kesehatan sekaligus cek alat kesehatan untuk digunakan bertugas saat event pramusim yang berlangsung keesokan harinya.       

Leave a Reply

Your email address will not be published.